Inilah Pesawat Ke-9 Rusia yang mengangkut Sistem Rudal S-400 ke Turki

ANKARA - Pesawat kargo kesembilan Rusia yang mengangkut komponen sistem rudal S-400 mendarat di Pangkalan Udara Murted, pinggiran Ankara, Senin sore. Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pengiriman akan terus belanjut.

Pangkalan Udara Murted adalah pangkalan yang digunakan para tentara selama upaya kudeta pada 15 Juli 2016 yang berakhir dengan kegagalan.

"Pengiriman bagian dari sistem pertahanan udara dan rudal jarak jauh S-400 terus berlanjut. Dalam konteks ini, pesawat kedelapan mendarat di Pangkalan Udara Mürted," kata Kementerian Pertahanan Nasional setempat dalam sebuah pernyataan di Twitter, seperti dikutip Daily Sabah, Senin (15/7/2019). Tak berselang lama, kementerian itu memperbarui pernyataannya bahwa pesawat kesembilan sudah tiba.

Baca Juga


Pengiriman senjata pertahanan canggih Moksow yang dibeli Ankara itu dimulai sejak Jumat pekan lalu. Pengiriman berlangsung meski Amerika Serikat (AS) memperingatkan Ankara bahwa pembelian senjata Rusia akan terkena sanksi dari Washington.

Belum ada rincian pasti tentang kapan dan di mana sistem rudal itu akan disebar. Dalam pidatonya di sebuah acara peringatan tahun ketiga upaya kudeta 15 Juli, Presiden Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa sistem rudal itu akan memperkuat pertahanan udara Turki.

Dia juga menambahkan pengerahan sistem itu akan dilakukan sepenuhnya pada April 2020. "Dengan pembelian sistem pertahanan rudal S-400, Turki menjadi salah satu dari sedikit negara dengan sistem pertahanan udara. Sekarang tujuannya adalah untuk memiliki produksi bersama dengan Rusia," kata Erdogan.

"Kami sekarang mempertimbangkan untuk meluncurkan desain bersama dan pengembangan S-500 dengan Rusia," ujarnya.

Sebuah tim militer Turki telah berlatih di Rusia sejak Mei, dan pelatihan itu semula direncanakan berlangsung lima bulan. Lembaga penyiaran negara, TRT, melaporkan bahwa sistem pertahanan itu akan dirakit di Pangkalan Udara Mürted oleh tim teknis gabungan Turki-Rusia dan dipasang di beberapa lokasi di seluruh Turki yang belum ditentukan.

Keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan buatan Rusia dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran keamanan karena perkembangan konflik di "depan pintu" negara itu.

Murat Yeşiltaş, direktur Studi Keamanan di Lembaga Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA), menyoroti bahwa sistem S-400 akan memperkuat pertahanan udara Turki dan secara praktis melepaskan risiko signifikan yang diakibatkan oleh perang di Suriah.

"Sistem rudal juga akan memberi Turki peran yang lebih kuat dalam perjuangan geopolitik yang saat ini kita saksikan di Mediterania Timur," tambah Yeşiltaş.

Sumber: sindonews.com

Related Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel